Contoh Nilai Kesabaran yang Diajarkan Rasullullah SAW - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Contoh Nilai Kesabaran yang Diajarkan Rasullullah SAW

Kesabaran adalah kemampuan untuk mengontrol diri supaya tidak menampakkan gejala yang tidak baik pada saat marah, berupa perkataan atau perbuatan, beserta segala dampaknya berupa ucapan yang kasar atau tindakan yang tidak  terpuji. Kesabaran seperti ini pada Rasul adalah tauladan yang patut di ikuti.



Peristiwa-peristiwa di masa kehidupan Rasul menjadi bukti bahwa sabarnya beliau sungguh luar biasa. Itu karena  beliau mendapat hidayah langsung dari Allah s.w.t  dan kesempurnaan Allah yang di berikan kepada Rasul.

Kesabaran modal utama kita dalam menghadapi semua masalah yang sedang menimpa kita. Dengan banyak sabar kita telah menjalani suatu ujian yang memberikan kekuatan tersendiri untuk kita. 

Tidak semua orang sanggup berlaku sabar dalam menghadapi masalah, hal seperti ini yang membuat meruntuhkan apa yang sedang kita bangun dalam diri kita yaitu iman. Bila iman kita masih bisa di goyahkan , kesabaran merupakan nilai yang mahal bagi diri kita sendiri.


Apa nikmatnya bila kita mempunyai kesabaran. Sifat pemarah, dendam, benci , emosi dan segalanya bisa jauh dari hati  bila sabar yang selalu kita utamakan. Tidak perlu mendendamkan hati untuk perbuatan jahat yang di lakukan seseorang kepada kita dan tidak perlu membalasnya.

Tidak perlu emosi bila ada orang yang mencela kita. Doakan saja agar Allah s.w.t mengampuninya dan memberikan hidayah agar senantiasa perilakunya berubah. Memaafkan lebih baik dari pada yang meminta maaf.


Berlaku dan bersikap sabar memang sangat sulit. Kita hanya manusia biasa, bukan alim ulama, bukan seorang wali dan juga bukan kiayi. Berusaha untuk bersabar lebih baik dari pada sama sekali tidak sabar. Bila ingin mengontrol alam emosi, baiknya berlatihlah untuk bersabar.

Berikut ini bukti dan contoh teladan Kesabaran Baginda Rasulullah :“ Tidak pernah terbukti bahwa Rasulullah memenangkan dirinya sendiri saat di zalimi, beliau juga tidak pernah memukul seorang pembantu atau perempuan. Aisyah meriwayatkan tentang hal ini, ia berkata, Aku tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w membela dirinya sendiri saat orang-orang menuntut beliau, selama itu tidak berhubungan dengan larangan-larangan Allah. Beliau juga tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya kecuali saat berjihad, beliau juga tidak pernah memukul pelayan atau seorang perempuan sekalipun.”


Apa yang dapat kita petik dari pelajaran berharga di atas, Rasul telah mengajarkan kita untuk menjadi orang yang bersabar dalam hal apapun, namun nyatanya sampai saat ini masih banyak yang berbuat perlakuan kasar baik untuk orang lain, untuk saudara sesama muslim, berlaku kasar kepada perempuan, yang miris berlaku kasar pada istri dan anak, bahkan orang tua. Bila ada masalah langsung emosi tinggi, suka menghardik, teriak-teriak tanpa jelas, suka memak Sekalipun anda seorang ustadz, orang yang di anggap beragama, anda tidak pernah menjadi orang yang baik bila tidak mempunyai hati yang sabar. Dan jangan berharap hidup menjadi tenang bila emosi menguasai anda. Banyak permasalahan terjadi karena kurangnya kesabaran dalam diri seseorang.


Mulai sekarang dengan sekuat hati dan semampu kita untuk menjadi orang yang lebih sabar. Allah akan menyanyangi hambanya yang penuh kesabaran dan ketaatan. Milikah kasih sayang Allah s.w.t yang sebaik-baiknya kasih sayang di dunia dan akhirat. Bila nanti kesabaran menjadi utuh dalam kehidupan kita, bersyukur dan nikmatilah kesabaran itu.