Renungan..Untuk Mertua Sayangilah Menantu Perempuan - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Renungan..Untuk Mertua Sayangilah Menantu Perempuan

Sebagai muslim kita harus taat kepada Allah SWT dan juga mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. Dalam kehidupan ini, semuanya sudah ada yang atur baik di dalam Al Qur’an dan Hadits. Seorang mertua harus menghargai dan member rasa hormat kepada menantunya baik menantu perempuan dan laki-laki. Pada artikel kali ini, penulis lebih membahas menantu perempuan.


Seorang menantu perempuan, ia rela meninggalkan orangtuanya untuk mengikuti suami (anak lelakimu). Ia akan mengandung cucu sebagai penerus keturunanmu.

Walaupun secara gamblang dikatakan itu adalah hak kewajiban seorang istri terhadap suami, namun tetaplah harus menghargai, menghormati dan menyayangi menantumu layaknya anak kandungmu sendiri.

Lihat capture status seorang Ibu dibawah ini :



Di Rumah Mertua
Seorang menantu perempuan tidak mudah hadir disebuah keluarga baru. Ia harus menyesuaikan diri mengabdi kepada suaminya dan juga kepada mertuanya. Hal ini merupakan kewajiban ia . Dan ia akan hidup bersama dengan keluarga barunya. Meskipun ia tinggal di rumah suami, sesekali pasti mertua akan datang mengunjungi.

Awal-awalnya terasa tidak mudah, tidak sedikit merasakan konflik batin. Dan berujung dengan sebuah tangisan. Hal ini tidak semua yang mengalaminya demikian.


Yang harus Anda tau sebagai mertua, menantu perempuanmu pasti akan bertahan demi orang yang dicintainya yaitu suaminya (anak Anda).

Untuk Suami...

Sebagai suami kamu harus menyanyangi dia. Namun, istri mu tau bahwa kasih sayang terbesar kamu tetap kepada orang tuamu, khususnya Ibumu. Sebagai istri ia akan patuh dan taat kepadamu dengan berharap Ridha Allah SWT. Surga seorang Istri dari suaminya. Maka, jadilah seorang suami yang baik, penyayang dan pelindung.

Untuk Suami...
Jangan sama sekali menyakiti hati Istrimu, membuat hatinya terluka apalagi memukulnya walau hanya sebuah tamparan. Ia tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu dari Ayah dan Ibunya. Bersikaplah lembut kepadanya (istri). Bahagiakanlah istrimu dengan sebaik-baiknya seorang suami.

Ia berharap kamu satu-satunya suami sebagai tempat dia mengadu, merasakan kasih sayang, menjadi tempat ternyaman setelah dia tidak merasakan dari orang tuanya lagi.
Orangtuanya rela melepaskan ia dengan mengizinkan ia menikah dengan mu. Satu-satunya harapan orangtuanya, kamu sebagai suaminya tidak pernah menyakiti perasaan istrimu (anaknya).

Berikan kebahagian untuk istrimu meskipun hanya sedikit. Dengan begitu istrimu akan selalu taat kepadamu.

Mungkin sebagian para suami menyadari itu semua. Dan sebagian lainnya tidak mau tau dan tidak perlu tau.


Sahabat renungan Islam, sungguh besar nikmat Allah SWT jika hal-hal demikian selalu kita perhatikan. Terimakasih, Jazakumullah.