Seperti Apakah Siksaan Paling Ringan Api Neraka yang Dirasakan Abu Thalib Paman Rasulullah SAW - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Seperti Apakah Siksaan Paling Ringan Api Neraka yang Dirasakan Abu Thalib Paman Rasulullah SAW

Rasulullah SAW sangat bersedih karena paman kesayangan Beliau Abu Thalib sampai akhir hayatnya mati karena syirik. Abu Thalib merupakan salah satu seorang yang sangat besar jasanya memperjuang agama Islam dan juga seorang yang melindungi Rasulullah SAW saat menyebarkan ajaran Islam pada masa saat itu.

Abu Thalib benar-benar melindungi Nabi Muhammad dan siap menerima segala resiko yang terjadi pada saat itu. Abu Thalib tidak menganut agama Islam karena takut dibenci oleh kaumnya yaitu quraisy.



Kisah Menjelang Kematian Abu Thalib.
Ketika itu di sisi Abu Thalib terdapat ‘Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahl. Nabi SAW mengatakan pada pamannya ketika itu,  
“Wahai pamanku, katakanlah ‘laa ilaha illalah’ yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan di hadapan Allah (kelak).”

Abu Jahal dan ‘Abdullah bin Umayyah berkata, 
“Wahai Abu Thalib, apakah engkau tidak suka pada agamanya Abdul Muthallib?”

Mereka berdua terus mengucapkan seperti itu, namun kalimat terakhir yang diucapkan Abu Thalib adalah ia berada di atas ajaran Abdul Mutthalib.

Rasulullah SAW kemudian mengatakan :
“Sungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allah”.

Kemudian turunlah ayat,
“Tidak pantas bagi seorang Nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam” (QS. At Taubah: 113)

Allah Ta’ala pun menurunkan ayat,
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufiq) kepada orang-orang yang engkau cintai” (QS. Al Qosshosh: 56)

Hadits yang menerangkan keberadaan Abu Thalib di Neraka

Hadits dari Abbas bin Abdul Muthalib Ra beliau bertanya kepada Nabi SAW “Apakah Anda tidak bisa menolong paman Anda?, karena dia selalu melindungi Anda dan marah karena Anda.”

Jawab Nabi SAW.
”Dia berada di permukaan neraka. Andai bukan karena aku, niscaya dia berada di kerak neraka.” (HR. Ahmad dan Bukhari).

Dari Abu Said al-Khudri Ra
Suatu ketika ada orang yang menyebut tentang paman Nabi SAW yaitu Abu Thalib di samping beliau. 

Lalu beliau bersabda, “Semoga dia mendapat syafaatku pada hari kiamat, sehingga Abu Thalib diletakkan di permukaan neraka yang membakar mata kakinya, namun otaknya mendidih.” (HR. Bukhari, Muslim, dan yang lainnya).

Hadits dari Jabir bin Abdillah Ra, beliau mengatakan,
Nabi SAW ditanya tentang Abu Thalib, apakah status kenabian Anda bisa bermanfaat baginya?

Jawab Nabi SAW,
”Bisa bermanfaat, aku keluarkan dia dari kerak jahanam ke permukaan neraka” (HR. Abu Ya’la al-Mushili dalam Musnadnya).

Dari Ibnu Abbas Ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
”Penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib. Dia diberi dua sandal yang menyebabkan otaknya mendidih.” (HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya).

Demikianlah kematian Abu Thalib dalam keadaan syirik kepada Allah SWT meskipun dia memperjuangkan Islam bersama Rasulullah SAW. Allah SWT tidak akan memberikan keampunan kepada siapapun yang musyrik kepadaNYA, Sekalipun Nabi Muhammad SAW kekasih Allah SWT mendoakan keselamatan bagi Abu Thalib.

Masihkah bagi kita semua untuk selalu melalaikan perintah Allah SWT. Ya Allah jauhkan kami semua dari siksaan api Neraka Mu. Amin ya Rabbal ‘Alamin.