Teruntuk Istri. Inilah Doa Supaya Suami Terhindar Dari Zina Dengan Wanita Lain Dan Perbuatan Maksiat - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Teruntuk Istri. Inilah Doa Supaya Suami Terhindar Dari Zina Dengan Wanita Lain Dan Perbuatan Maksiat

Sejak Nabi Adam menempati bumi ini, iblis sudah mulai menghasut manusia. Pembunuhan pertama yang terjadi di bumi yaitu antara anak Nabi Adam Habil dan Qabil. Iblis bersumpah akan menggoda manusia sampai hari kiamat nanti agar mereka mempunyai teman di neraka.

Jangan katakan iblis tidak bisa menggoda kita. Sedikit meleset dan terpengaruh habislah terjerumus akibat godaannya. Senantiasa kita tetap beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berdoa dari godaan syaitan. Orang beriman pasti mengetahui azab Allah jika melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

Ilustrasi
Bahtera rumah tangga juga penuh dengan godaan syaitan, baik untuk suami dan juga istri. Pada artikel kali ini saya membahas apa yang dilakukan istri supaya suami jauh dari perbuatan zina dan perbuatan maksiat lainnya.

Sangat sedih memang bagi seorang istri yang muslimah memiliki suami dengan perangai buruk. Seperti mabuk-mabukan, main judi dan lain-lain. Suami yang bertingkah seperti itu merupakan cobaan bagi istrinya. Bukan perkara mudah untuk mengubah perilaku tersebut, terlebih sudah mendarah daging didalam dirinya (suami).

Menghadapi suami dengan perangai buruk, bagi sang istri senantia harus selalu sabar dan tawakkal kepada Allah, jika tidak, bukan tidak mungkin rumah tangga menjadi berantakan. Sebagian perempuan mungkin akan mengajukan gugatan cerai karena tidak sanggup dengan tingkah suaminya.

Sebagian para istrinya memilih bertahan dengan alasan ia sanggup mengubah perilaku suaminya dengan memanjat doa kepada Allah SWT, terlebih perangai buruknya tersebut tidak sampai berkelakukan kasar terhadap dirinya (istri). Disinilah peran penting seorang istri yang selalu mendoakan, menasehati, meminta suami secara perlahan untuk berubah.

Pun demikian tidak semua suami kelihatan perangai buruknya, ada juga yang berkelakuan tidak sesuai ajaran Islam dibelakang istri.

Sebagai istri Anda harus menggunakan kesempatan waktu bersama suami. Tujuannya agar Anda mengenal lebih dalam lagi pribadi suami. Dan harus mengedepankan rasa kepercayaan dan saling terbuka antara suami dan istri.

Untuk istri.. Ingatlah jangan pernah berputus asa, karena sebaik-baik perhiasan dunia hanyalah wanita salehah. Sungguh besar pahala dan balasan dari Allah, jika Anda sukses mengajak, mengarahkan suami ke arah jalan yang lebih baik. Tentunya dengan demikian ia akan menjadi seorang suami yang saleh dan menjadi imam yang baik sesuai syariat Islam.

Untuk para istri.. Janganlah bosan dengan terus menerus berdoa kepada Allah SWT, agar suami menjadi lebih baik lagi. Insya Allah dengan izinNya semua orang bisa berubah dan kembali taat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Untuk istri.. Bacalah doa dibawah ini setiap hari, setiap saat, terutama sehabis Shalat lima waktu atau shalat sunat.

Allahumma innaa nas-aluka taubata wa dawaamahaa wa na'uudzu bika minal ma'shiyyati wa asbaabihaa wa dzakkirnaa bil khaufi minka qabla hujuumi khatharaatihaa wahmilnaa 'alan najaati minhaa wa minat tafakkuri fii tharaaiqihaa wamhu min quluubinaa halaawata majtanainaahu minhaa wastabdilhaa bil karaahati lahaa wath thama'i limaa huwa bidhiddihaa.

Artinya :
"Wahai Allah, kami memohon kepada-Mu petunjuk sehingga kami senantiasa bertaubat atas segala dosa dan kesalahan kami. Dan aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan maksiat dan sebab-sebabnya, dan jadikanlah kami selalu ingat kepada-Mu, sebelum datangnya hasrat untuk berbuat maksiat yang penuh bahaya. Selamatkanlah dengan adanya perasaan benci selalu terhadap perbuatan maksiat serta terbitkanlah dalam hati kami adanya rasa loba untuk berbuat sebaliknya."

Untuk istri.. Jangan lupa sebutkan nama suamimu (atau menyebut suamiku) setiap berdoa kepada Allah SWT. Insya Allah dengan istiqamah dan terus memohon kepada Allah, doa Anda dikabulkan. Amin


Terimakasih, semoga bermanfaat untuk semua sahabat renungan Islam dimanapun para sahabat berada. Jazakumullah.