Azab Bagi Lelaki yang Menyerupai Perempuan atau Sebaliknya - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Azab Bagi Lelaki yang Menyerupai Perempuan atau Sebaliknya

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma dia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang meyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari).

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.”(HR. Abu Daud).

Aisyah Ra berkata dalam sabda Rasulullah SAW: “Rasulullah SAW melaknat wanita-wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Abu Daud).

Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan laki-laki tidaklah sama dengan wanita.” (QS. Ali Imran: 36).

Ini sudah ketetapan Allah SWT, laki-laki tidaklah sama dengan perempuan begitu juga sebaliknya. Setiap orang Islam (muslim dan muslimah) wajib beriman kepada firman Allah tersebut dalam Surat Ali Imran. Allah SWT telah menetapkan demikian sebaik-baiknya bagi hamba-Nya. Dan semua penciptaan milik Allah SWT semata.


Di antara perkara-perkara yang Allah lebihkan antara laki-laki di atas perempuan adalah sebagai berikut:

a.Allah SWT berfirman yang artinya:“Kaum lelaki adalah penegak bagi kaum wanita, karena Allah telah memberikan keutamaan kepada sebagian mereka (lelaki) atas sebagian lainnya (wanita), dan karena mereka (lelaki) memberikan nafkah dari harta-harta mereka.” (QS. An-Nisa`: 34).

Dari ayat tersebut laki-laki merupakan pelindung bagi perempuan, dikarenakan laki-laki mempunyai kelebihan (kekuatan yang lebih) dibandingkan perempuan.

b.“Dan Kami tidak pernah mengutus seorang pun sebelummu (wahai Muhammad) kecuali lelaki yang kami berikan wahyu kepada mereka.”(QS. Yusuf: 109).

Dalam ayat ini menegaskan, Allah SWT tidak pernah mengutus seorang Nabi dan Rasul dari kalangan perempuan, dari kalangan Malaikat dan kalangan jin, tidak pula badui. Allah mengutus Nabi dan Rasul dari kalangan laki-laki.

c.Dalam masalah perwalian (wali nikah) ialah hak laki-laki menjadi wali bukan perempuan.
d.Laki-laki lebih banyak ibadah yang dikerjakan seperti shalat jum’at dan berjihad (berperang membela agama Allah).

e. Allah SWT berfirman yang artinya:“Dan kaum lelaki berada di atas mereka (kaum wanita) beberapa derajat. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 228).

Laki-laki mempunyai hak setengah dalam hal warisan, diyat, persaksian.

Dan demikian pula sebaliknya, Allah Ta’ala telah menetapkan ketetapan yang terkhusus untuk wanita, baik ketetapan yang bersifat kauni (penciptaan asal) maupun penetepan yang bersifat syar’i.

Setiap muslim dan muslimah jangan pernah merubah-rubah asal penciptaan mereka, Allah SWT melarang hal demikian. Bagi mereka kaum (maaf : bencong, perempuan seperti laki-laki) telah menghina ketetapan Allah SWT dan melanggar firman Allah SWT yang artinya:“Dan janganlah kalian berangan-angan untuk mendapatkan keutamaan yang Allah berikan kepada sebagian yang lain (dan tidak Dia berikan kepada kalian).” (QS. An-Nisa`: 32)

Abu Ja’far Ath-Thabari rahimahullah berkata dalam tafsirnya, “Disebutkan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan sekelompok wanita yang mengangan-angankan kedudukan kaum lelaki, agar mereka juga mendapatkan apa yang didapatkan oleh lelaki. Maka Allah melarang hamba-hambaNya untuk mengangan-angankan kebatilan dan memerintahkan mereka untuk meminta keutamaan dari-Nya.”

Seorang perempuan yang mengangan-angankan posisi laki-laki begitu juga sebaliknya sangat dilarang karena bertentangan dengan ketetapan Allah SWT. Sekedar angan saja dilarang bagaimana jika menyerupai seperti dalam hal berpakaian, cara berjalan, berbicara dan lain-lain. Dan juga seperti bercanda baik sifatnya terus menerus ataupun sementara. Ini semua sangat dan sangat dilarang dalam syariat Islam sesuai ketetapan Allah SWT.

Sahabat.. Jika sahabat termasuk dalam salah satu demikian, maka bersegeralah bertaubat. Hanya kepada Allah SWT memohon ampunan, Allah Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga bermanfaat, Jazakumullah.