Renungkan, Berapa Besar Cinta dan Bakti Untuk Kedua Orang Tuamu - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Renungkan, Berapa Besar Cinta dan Bakti Untuk Kedua Orang Tuamu

Seusai tangisan sosok kecil menggelegar ke dunia, segala hal sebelumnya sudah dipersiapkan untuk menyambut buah hati tercinta dan tersayang. Perjuangan penuh rintangan mulai hari pertama sampai akhirnya mendengar suara pemecah keheningan kehidupan. Selama kurang lebih 9 bulan apapun rintangan dihadapi, begitu juga setelah 0 hari hingga menuju dewasa segala hal akan dilakukan, sekalipun nyawa taruhannya. Itulah segelintir perjuangan orang tua untuk anaknya.

Tidak pernah mereka ingin melihat anaknya sedih, tidak bahagia. Selama itu pula orang tua penuh dengan kesabaran, keikhlasan dan sepenuh hati membesarkan anaknya. Benarlah kasih sayang orang tua sepanjang masa dan cintanya seputih dan sesucinya cinta yang pernah ada di dunia. Kini anaknya sudah beranjak dewasa, sudah mengejar semua dunianya sendiri. Apakah kita benar memiliki cinta dan kasih sayang untuk orang tua yang sama? Ataukah kita terlalu sibuk lupa memperhatikan mereka dengan beribu macam alasan.

Tanyakan pada diri sendiri, seberapa besarkah cinta, sayang dan bakti kita sebagai anak pada kedua orang tua? Apakah dengan keterbatasan mereka yang sudah renta kita terlalu tidak memperhatikannya? Ataukah gara-gara dunia, ilmu dan kekuasaan yang merenggut jiwa kita semu sehingga lupa bakti untuk mereka berdua.

Tidak pernah sama sekali orang tua meminta anak-anaknya untuk membalas budi mereka berdua. Setiap tetes keringat ibu saat melahirkan tidak mampu kita balas dengan apapun di dunia ini.

Sungguh menyesakkan hati jika kita sebagai anak lupa dengan apa yang terjadi pada diri kita mulai 1-9 bulan hingga 0 hari – kita dewasa.

Jika kita menelaah secara Islam, Allah dan Rasulullah menyuruh kita untuk senantiasa dan selalu berbakti pada kedua orang tua. Bukan hanya berbuat baik saja, namun segala hal yang kita lakukan atas dasar karena kecintaan dan kasih sayang kita terhadap mereka. Jangan berbohong dengan perasaan sendiri, jangan memaksakan rasa yang ada di dalam hati. Jujurlah, seberapa besar cinta, sayang dan bakti kita pada kedua orang tua. Lihatlah wajah orang tua kita betapa renta dan menua, apakah sebagai anaknya kita tidak sanggup memperlakukannya lebih baik.

1400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW berpesan agar langkah kaki anak jangan sampai arahnya ke dalam hal yang tidak di ridhai Allah, jika kita melakukannya, bukan kita saja yang merasakan panasnya azab Allah, juga mendekatkan orang tua kita pada siksa Allah. Sebagai anak yang saleh dan salehah, setiap langkah dan nafas selalu dalam berbuat kebaikan dan dijalan Allah. Dengan begitu kita mengantarkan kedua orang tua kita ke Surga-Nya. Bukankah kita semua (Ibu, Ayah dan Anak) ingin berkumpul kembali di Surga Allah? Jika iya, selalu melakukan perbuatan sesuai perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta berbakti pada orang tua. Mohon ampunan pada Allah untuk dosa-dosa orang tua kita, cukup ridha orang tua mengantarkan seorang anak ke Surga-Nya.

Untuk kesekian kalinya, seberapa besar cinta, sayang dan bakti kita pada Ibu dan Ayah? Mari merenungkan apa yang pernah kita lakukan selama ini. Apakah kita ingin memberikan satu musibah pada mereka dengan masa depan akhirat tidak jelas karena kelakuan kita. Kelak di akhirat  mereka akan mempertanggung jawabkan perbuatan kita semua. Apakah kita sudah berlaku adil dalam membalas kasih sayang Ibu dan Ayah selama ini? Mari tanyakan pada diri sendiri.

Baca Juga
Ternyata Ada yang Lebih Menyakitkan Daripada Seorang Ibu Melahirkan yang Membuat Kita Semua Bersedih. Apa Itu
Dengan Penuh Rasa Kasih Sayang Seorang Ayah Melamar Pekerjaan Untuk Anaknya
Bacalah. Untuk Seseorang yang Lebih Mementingkan Diri Sendiri Daripada Ibumu

Jika sampai hari ini tanpa kita menyadarinya, kita telah berbuat sesuatu yang melukai perasaan Ibu dan Ayah. Segera berbenah diri menjadi lebih baik dan jauh lebih baik. Lupakan tentang dunia sesaat, jangan terlalu mengejar dan mencintai dunia jika kasih sayang dan cinta terhadap Ibu dan Ayah tertahan karena dunia. Sebagai seorang anak yang bercita-cita menjadi yang terbaik, mari mendekatkan diri kepada Allah, melakukan semua perintah dan kewajiban-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Mari menjadi seorang anak yang membanggakan hati Ibu dan Ayah. Mohon ampun pada Allah dan minta maaflah pada orang tua jika bersalah, bersegeralah jangan menunggu esok hari. Insya Allah sebagai anak akan bersama-sama orang tua mengejar satu tujuan pada hari akhir nanti yaitu berkumpul di Surga Allah.

Semoga menjadi renungan bagi sahabat semua. Jazakumullah.