Teruntuk Istri, Beratnya Tanggung Jawab Seorang Suami Setelah Ucapan Ijab Qabul - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Teruntuk Istri, Beratnya Tanggung Jawab Seorang Suami Setelah Ucapan Ijab Qabul

Sebelum mengarungi bahtera rumah tangga sepasang anak manusia akan melaui proses yang namanya akad nikah dan ijab qabul. Pada saat ijab qabul tersebut tentunya seorang wali dari pihak perempuan menikahkan perempuan tersebut kepada pria calon suaminya. Nah, pada prosesi ini ada lafadz dan janji suami serta istri dalam membangun kehidupan berumah tangga mereka.

Sebagian para calon suami bahkan berhari-hari melatih lafadz supaya proses ijab qabul lancar, namun tidak sedikir pula yang gugup pada pelaksanaanya. Jika ijab qabul sudah selesai tidak sedikit pula yang meneteskan air mata bahagia karena sudah melewati hal yang terjadi paling bahagia dan siap-sipa mengarungi kehidupan baru bersama istri.

Jika melihat konteksnya, bagi orang umum terlebih bagi mereka yang belum pernah menjalani prosesinya terasa begitu berat. Sebenarnya bukan berat saat mengucapkannya, namun berat setelahnya yaitu bertanggung jawab sepenuhnya terhadap ijab qabul tersebut dalam segala hal berkaitan rumah tangga.


Kenapa bisa tanggung jawab ijab qabul begitu berat, mari melanjutkan membaca.

Seperti pada sebelumnya, ijab qabul kewajiban pada saat dua pasang anak manusia muslim dan muslimah yang harus dilaksanakan ketika akan menikah. Ini sangatlah penting, istilah dalam Islam ijab qabul ini yaitu “ miitsaqan ghaliidhan” dengan artinya janji yang teguh dan kokoh.

Ijab qabul memiliki makna yakni sang suami akan menganggung dosa-dosa yang dilakukan oleh perempuan yang menjadi istrinya. Dosa yang bisa saja dilakukan istri antara lain tidak menutup aurat, meninggalkan sholat dan lain sebagainya. Semua yang berhubungan dengan perempuan tersebut tidak lagi ditanggung oleh orangtuanya melainkan oleh suaminya tersebut. 

Secara artian luas, ijab qabul bermakna seorang suami akan menanggung semua hal yang dilakukan istrinya, terutama hal-hal yang menjurus ke perbuatan dosa. Dosa istri seperti tidak menutup aurat dan lain-lain akan diminta pertanggungan jawaban oleh Allah pada hari akhirat nanti. Dan setelah menikah, gugurlah tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuannya. Makanya dengan hal itu, kewajiban istri untuk berbakti kepada suami.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya : Takutlah kepada Allah dalam persoalan wanita. Karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang berada di bawah kekuasaan kamu, dan kamu ambil mereka itu dengan amanah Allah dan kamu dihalalkan menggauli mereka berdasarkan kalimat Allah.” 

Dari hadits tersebut dapat disimpulkan pernikahan bukan untuk memenuhi nafsu biologis. Melainkan menjalankan syariat Islam dan sunnah Rasul untuk dengan tanggung jawab yang besar dipikul oleh suami.

Jika seorang suami benar-benar menjalankan amanah ijab qabul tersebut, Allah berjanji memberikan bidadari kepadanya dan bidadari tersebut istri yang salehah.

Selain itu, jika amanah ijab qabul dipikul dengan benar-benar tanggung jawab sepenuhnya baik terhadap istri dan juga anak-anaknya, Allah akan mempersatukan di Surga nanti. Allah SWT berfirman yang artinya, "Hai orang-orang yg beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu.” (At-Tahrim: 6).

Bagaimana jika suami tidak bertanggung jawab, inilah jawabannya:

Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku''. (HR. Muslim)

Itulah siksa bagi para suami yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarganya dan tidak memikul dengan baik ikrar janji ijab qabul yang telah diucapkan.

Sahabat renunganislam.com, jelaslah sudah betapa besar beban tanggung jawab seorang suami setelah menikah. Maka dengan itu, istri harus taat dan patuh pada suami selama dalam batas syariat Allah. Kemudian bersama-sama menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia, damai dan tentram serta selalu senantiasa menjaga ibadah kepada Allah, menjauhi segala perbuatan yang dilarang Allah. Dan bershalawat kepada Rasulullah SAW. Semoga beramanfaat untu sahabat semua. Jazakumullah.