Inilah yang Terjadi Jika Anak Kecil Meninggal Belum Usia Akil Baligh - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Inilah yang Terjadi Jika Anak Kecil Meninggal Belum Usia Akil Baligh

Semua manusia termasuk kita akan mengalami yang namanya kematian. Allah SWT telah menetapkan batas umur bagi manusia hidup di dunia ini. Dalam proses kematian banyak penyebab yang terjadi dan tiba-tiba. Tidak ada satupun yang mengetahui kapan ajalnya tiba. Bahkan, bayi yang baru lahir di dunia meninggal dunia karena kehendak Allah. Lantas bagaimana jika anak kecil meninggal dunia jika belum usia baligh.

Setiap orang yang sudah menikah pasti sangat mengharapkan kehadiran momongan (bayi) ditengah-tengah keluarganya untuk menambah kebahagiaan. Tentu para orang tua akan terpukul (bersedih) jika buah hatinya cepat pergi meninggalkan dunia. Perasaan sedih ini hal yang alami dialami oleh manusia, begitu juga dengan Rasulullah SAW pernah bersedih dalam kejadian kehidupan Beliau. Kesedihan pasti terjadi karena ditinggal orang terdekat (terkasih) dalam hidup manusia.

Gambar sekedar ilustrasi
Terpenting bagi kita semua harus mengingat bahwa semuanya kembali kepada Allah SWT. Semua manusia, makhluk ciptaan Allah termasuk Iblis dan Malaikat akan mengalami yang namanya kematian. Setiap yang bernyawa akan kembali kepada Allah SWT. Manusia boleh saja bersedih namun masih dalam batas kewajaran dan juga Anda harus ingat setiap kejadian yang menimpa manusia merupakan ujian (cobaan) dari Allah SWT untuk meningkatkan iman dan taqwa kepadaNya.

Allah SWT memberikan janji kepada hambanya tentang kematian buah hati (anak yang belum akil baligh). Allah telah memberikan kabar gembira bagi Anda yang kini ditinggal pergi oleh sang buah hati yang belum memasuki usia balighnya. Apakah itu?

Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat, ‘Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku?‘ Mereka menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apakah kalian mencabut nyawa buah hati nya?’ Mereka menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apa yang diucapkan hamba-Ku?‘ Malaikat menjawab, ‘Dia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raajiun‘. Kemudian Allah berfirman, ‘Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itu dengan Baitul Hamdi (rumah pujian),” (HR. Tirmidzi dan dihasankan Al-Albani).
Masya Allah sahabat, sungguh tempat tertinggi yang diterima oleh seorang sebagai orang tua karena buah hatinya meninggal dunia. Allah memberikan tempat sangat paling indah di Surga. Bersabarlah dan ikhlaslah menghadapi ujian dari Allah SWT dan menganggap ada hikmah yang baik dibalik buah hati meninggalkan Anda.

Dari Anas bin Malik ra Nabi SAW bersabda yang artinya, “Tidaklah seorang muslim yang ditinggal mati oleh tiga anaknya, yang belum baligh, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan rahmat yang Allah berikan kepadanya,” (HR. Bukhari).

Sahabat.. Janganlah bersedih karena buah hati terlalu cepat meninggalkan dunia dan meninggalkan Anda. Usaplah air mata Anda, gantikan dengan air mata penuh kebahagiaan. Insya Allah Anda akan mendapat tempat paling baik disisi Allah SWT. Mari mendekatkan diri kepada Allah, memohon segala kesalahan dan dosa serta memohon diberikan tempat di Surga-Nya. Amin , semoga bermanfaat.

Nantikan update artikel, Bagaimana Kedudukan Anak yang Orang Tuanya Kafir jika Meninggal