Karena Umur di KTP berbeda Dengan Asli. Perempuan Ini Menolak Seorang Pria Baik Hati. Kisah Nyata - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Karena Umur di KTP berbeda Dengan Asli. Perempuan Ini Menolak Seorang Pria Baik Hati. Kisah Nyata

Sebagai penulis saya ingin berbagi kisah yang seharusnya berakhir dengan indah. Meskipun pada kenyataannya bukan demikian.

Ini mengisahkan tentang seseorang Pria sebutkan saja dengan nama Er.

Sejatinya saya dan Er sudah berteman lama, pertemanan kami awalnya hanya sekedar teman begitu saja, tidak ada hal yang terlalu pribadi kami omongin. Lama kelamaan kami sudah sering menghabiskan waktu bersama, juga dengan beberapa teman lainnya. Banyak hal yang kita omongin ketika menyempatkan diri bertemu untuk ngobrol-ngobrol, terlebih dihadapkan pekerjaan offline yang berbeda-beda dan menguras tenaga serta waktu.

Ilustrasi
Dari sekelumit cerita tentunya ada beberapa hal yang menyentuh hati. Begitu juga dengan kisah Er ini. Ia sempat bercerita akan berkenalan dengan seorang perempuan. Dan perempuan tersebut dikenalkan oleh orang lain (comblang).

Kembali kebelakang, tidak ada yang aneh ketika kami membangun sebuah obrolan tentang perempuan, toh usia kami beberapa tahun lagi akan masuk kepala tiga. Pasti obrolan lebih banyak tentang perempuan sebagai calon pasangan halal suatu saat nanti.

Saat itu, Er dengan penuh semangat akan berkenalan dengan seorang perempuan katakan saja namanya In. Sebelum menemui sosok perempuan tersebut, ia bercerita kalau si In ternyata sudah memiliki pekerjaan yang bagus (pekerjaan tetap) dan masa depannya lebih cemerlang dibandingkan dirinya. Dia juga tamatan Sarjana (S 1) dari Universitas terbaik di Indonesia.

Er bukan tidak memiliki pekerjaan, ia bahkan rela melakukan apa saja untuk menghasilkan rezeki yang halal untuk memenuhi kecukupan dirinya sehari-hari. Er, teman saya tersebut bekerja dengan status pegawai tidak tetap (kontrak). Meskipun status kontrak rata-rata penghasilannya lebih dari cukup.

Saya sedikit merasa bangga memiliki teman seperti Er. Meski ia berasal dari pedesaan, ia tidak patah semangat untuk mengejar cita-citanya. Sekarang sambil bekerja Er sedang menempuh pendidikan Magisternya.

Nah, Er sedikit banyak sudah mengetahui tentang seluk beluk si In perempuan yang akan ditemuinya. Profil si In ditanyakan langsung pada comblangnya. Menurut comblangnya, si In tersebut sangat cocok dengan Er. Dan si In sepertinya akan menerima Er, begitu penjelasan comblang tersebut.

Sebagai teman yang baik, saya memberi dukungan pada Er dan juga sedikit memberi nasihat-nasihat seperti, jangan mencari perempuan yang cantik wajahnya, carilah perempuan yang baik dan salehah, jangan memikirkan sosok perempuan tersebut sebelum mengetahuinya sendiri lebih lanjut (menerka seseorang), dan berdoalah pada Allah agar di mudahkan segala urusan.

Saya juga sangat mendukung Er untuk segera bertemu dengan In. Jikalau perempuan itu benar-benar menerimanya (Er), harapan saya mereka terus menikah karena sama-sama memiliki masa depan yang cerah.

Hingga akhirnya mereka berdua memutuskan bertemu untuk saling berkenal satu sama lain.

Sejak pertemuan tersebut, beberapa hari itu saya belum sempat menanyakan bagaimana kelanjutan pertemuan mereka, karena kesibukan kami belum sempat bertemu untuk ngobrol-ngobrol.

Tibalah saya menanyakan bagaimana kelanjutan cerita pertemuan tersebut.
Ternyata, In menolak Er , yang menurut saya pribadi, Er sangat baik orangnya, taat kepada Allah serta patuh pada Ibunya. Alasan penolakannya karena umur mereka sebaya. Dan In meminta melihat KTP Er memastikan umurnya. Padahal aslinya Er ini lebih tua dari identitas KTPnya.

Kenapa saya bilang berbeda, menurut pengakuan Ibunda Er, ia memang dilahirkan 1 tahun sebelum umur di KTP dan ia lama bersekolah dan sama-sama masuk sekolah dasar pertama kali bareng dengan adiknya yang terpaut usia 3 tahun.

Dan hal lain yang mencengangkan, ternyata In mengatakan Er ini kekanak-kanakan. Padahal tidak ada sedikitpun sikapnya dihadapan teman-temannya kami semua seperti kekanak-kanakan.

Dengan begini, jelaslah sudah seorang perempuan menolak pria baik hati karena sangkaan umur yang berbeda dan juga membangun alibi sifat seseorang tanpa dasar yang jelas.
Akhir cerita saya tidak terlalu memaksakan hal-hal yang tidak perlu diungkapkan. Dan saya lebih memilih tidak berargumen kenapa alasan In terlalu mengada-ngada, apakah karenan suatu hal. Ya sudahlah tidak baik berprasangka terhadap orang lain, dosa namanya.

Yang pastinya, mungkin si In tersebut memang bukan jodoh pilihan yang tepat untuk teman saya Er. kepada Er saya minta untuk berbesar hati, selalu berserah diri kepada Allah. Allah SWT Maha Mengatahui mana yang baik dan buruk terhadap seorang hambanya. Tidak perlu merasakan kesedihan, sebagai hamba-Nya kita hanya mampu merencanakan dan Allah-lah yang memutuskan semuanya terhadap kita semua.

Tentunya saya mendoakan Er semoga dimudahkan jodoh oleh Allah SWT. Tetap semangat menjalani hidup dan selalu tersenyum sepanjang waktu. Tidak perlu mendengarkan hal-hal yang tidak baik dari orang lain atau gunjingan.

Kisah ini benar-benar terjadi dan saya tuangkan dalam bentuk tulisan, supaya bisa menginspirasi diri sendiri ataupun sahabat semua.

Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dibalik semua kejadian dalam kehidupan kita masing-masing. Untuk sahabat renunganislam, ambillah hal-hal baik dari kisah tersebut. Jangan pernah berprasangka buruk baik terhadap Er ataupun In. Kisah ini hanya sekelumit dari kisah-kisah hebat lainnya.


Terimakasih, Jazakumullah.