Hukum Bagi Suami yang Pelit Menafkahi Istrinya - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Hukum Bagi Suami yang Pelit Menafkahi Istrinya

Kikir atau pelit merupakan sifat tidak baik yang dimiliki oleh seseorang. Karena sifat kikir bisa menjerumuskan  manusia ke hal-hal yang dimurkai oleh Allah SWT. Seperti seorang suami yang kikir terhadap isterinya. Bahkan ada suami yang tidak memperdulikan kewajibannya untuk memenuhi nafkah untuk isteri dan anak-anaknya. Berikut ulasan hukum bagi suami yang pelit menafkahi isterinya :

Ilustrasi
1. Sudah kewajiban suami untuk memberikan nafkah baik lahir dan batin untuk isterinya, jika tidak, maka bersiaplah menerima azab Allah SWT.

2. Sekarang kita melihat seorang suami yang pelit dan bakhil terhadap isterinya sendiri,padahal ia sangat bercukupan dan rezekinya lebih (memiliki harta). Suami seperti ini sangat senang menumpuk hartanya tanpa memperdulikan kebutihan isterinya sendiri. Bahkan sebagian suami tersebut lebih senang menghabiskan harta untuk kepentingan lain.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya ; Dari ‘Aisyah bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku, Pen) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka beliau bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut.”(HR Bukhari ; Muslim).

3. Suami wajib memberikan harta atau nafkah untuk isterinya dan anaknya yaitu harta yang baik dan halal. Menurut pendapat syaikh Shalih bin Ghanim as Sadlaan, jika suami memiliki harta dan tidak diberikan pada isterinya, sang isteri boleh mengambil sedikit harta secara diam-diam untuk keperluannya.

4. Mengambil harta sedikit harta suami memang dibolehkan asal dengan ma'ruf dan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Asal jangan berlebihan dan digunakan untuk berfoya-foya.

5. Jika seorang suami miskin dan tidak mampu menyediakan nafkah untuk isterinya, maka kewajiban isteri senantiasa bersabar. Baca Selanjutnya