Hukum Seorang Perempuan yang Berdandan Berlebihan (Menor) - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Hukum Seorang Perempuan yang Berdandan Berlebihan (Menor)

Perempuan pastinya selalu memperhatikan daya dandan mereka. Karena setiap perempuan ingin terlihat cantik. Untuk mempertahankan kecantikan atau agar terlihat kecantikan banyak perempuan rela menghabiskan uang hanya demi membeli beberapa produk kecantikan.

Bila perempuan akan hadir pada suatu tempat baik pergi ke kantor atau lainnya, terlebih dahulu menghabiskan waktu untuk berdandan atau berhias diri. Tidak sedikit pula perempuan yang berlama-lama saat berdandan.

Ilustrasi
Tidak sedikit pula ada beberapa golongan perempuan yang terlihat senang karena dengan penampilannya yang rupawan atau cantik disukai dan disenangi oleh kaum laki-laki. Bagaimana hukum berdandan berlebihan (menor) bagi perempuan dalam pandangan Islam. Mari simak penjelasan dibawah ini.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya: Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33).

Dari ayat tersebut dijelaskan, seorang perempuan supaya berdiam diri di rumah dan jangan berhias juga berperilaku seperti orang jahiliyah. Lebih baik tidak terlalu banyak berhias diri terutama dihadapan laki-laki bukan mahramnya. Lihatlah begitu tegas Firman Allah SWT yang  melarang perempuan keluar rumah. Ketahuilah sahabat tingkah laku perempuan jahiliyah sangat senang menampakkan diri dihadapan laki-laki lain.

Bukan hanya dari segi penampilan wajah saja yang menor atau berlebihan, namun begitu juga dengan pakaiaan dan juga jilbab. Jangan sampai terlihat berlebihan. Berhias diri termasuk salam memakai kerudung di kepalanya namun tidak menutupi secara sempurna sudah berlebihan.

Hal lainnya yang diperhatikan ialah dalam memakai perhiasan seperti kalung, gelang, anting dan lain-lain juga jangan sampai berlebihan. Jika berlebihan sudah seperti kaum perempuan masa jahiliyah.


Disebutkan dalam Tafsir Al Jalalain, wanita yang disebut berdandan ala jahiliyah yang pertama adalah mereka ingin berpenampilan cantik di hadapan pria dan hal ini terjadi sebelum Islam. Sedangkan dalam agama Islam sendiri, hal-hal yang boleh ditampakkan oleh seorang wanita itu hanya beberapa saja.


Firman Allah SWT yang artinya:   “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (An Nur : 31). 

Dalam Firman Allah SWT tersebut juga menjelaskan jangan sampai menampakkan perhiasan kepada orang lain terlebih bukan mahramnya. Sudah kewajiban bagi perempuan berhias diri dihadapan suami.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya ; Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai dan Ahmad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Jelaslah hadits Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa sudah kewajiban bagi muslimah hanya boleh cantik di hadapan suaminya dan juga harus mentaatinya dan tidak membantah perkataan suami selama masih dijalan Allah SWT. Insya Allah dengan tampil cantik dihadapan suami, pastinya suami akan selalu senang.

Sahabat itulah hukum seorang perempuan yang berdandan berlebihan atau menor dalam pandangan Islam. Khususnya bagi muslimah agar selalu memperhatikan penampilannya, jangan sampai karena penampilan bisa menjerumuskan diri kedalam hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Jangan sampai juga menimbulkan gunjingan akibat berdandan menor. Bagi kaum laki-laki, Suami, Ayah, Abang mari sama-sama mengingatkan perempuan yang ada disekelilingmu. Semoga bermanfaat.