Inilah Ciri-Ciri Warung Makan yang Ada Jin Penglarisnya dan Membuat Pengunjung Ketagihan - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Inilah Ciri-Ciri Warung Makan yang Ada Jin Penglarisnya dan Membuat Pengunjung Ketagihan

Banyak orang yang tidak sempat memasak makanan di rumah dan memutuskan untuk membeli di warung makan, terutama bagi mereka yang super sibuk ataupun masih menempuh pendidikan. Namun berhati-hatilah saat memilih tempat atau warung makan, jangan-jangan pemilik warung sudah menggunakan penglaris agar dagagannya laku dan digandrungi orang. Penglaris yang digunakan biasanya melibatkan Jin peludah, tentunya ini tidak baik bagi orang yang mengunjungi warung makan tersebut.

Sekedar untuk diketahui Jin peludah ini merupakan salah satu sarana atau fasilitas untuk penglaris makanan. Yang memakai Jin penglaris ini bukan hanya warung-warung makan kecil saja, namun sudah merembet ke warung-warung besar juga tempat makan yang ada di mall-mall.

Ilustrasi
Mengapa dinamakan Jin peludah, ini dikarenakan sebelumnya makanan yang akan dihidangkan akan diludahi dan akan merasa nikmat juga membuat ketagihan orang untuk kembali datang ke warung makan tersebut. Selain Jin peludah ada juga Jin penjilat piring yang dipakai oleh konsumen.

Dengan cara itu (meludah) bisa memberikan rasa makanan yang dihidangkan menjadi nikmat. Bahkan, jika kurang akan dilakukan berulang-ulang hingga 3 kali berturut-turut.

Akibat makan makanan yang sudah ada penglarisnya disamping nikmat juga banyak hal negatif lainnya yang bisa masuk kedalam badan orang yang mengkonsumsi masakan itu. Jika orang yang memakannya orang yang alim atau spiritual agamanya bagus biasanya setelah makan masakan yang ada jin penglarisnya akan mual-mual atau muntah.

Beberapa orang yang sudah alami hal itu. Satu diantaranya seperti yang dihadapi seseorang Kyai yang di ajak makan di satu restoran di Jakarta oleh rekannya. Saat ia duduk di kursi restoran Pak Kyai mendadak sakit kepala serta cepat-cepat keluar tak jadi makan, sesudah di tanya, beliau memberi selendang yang dia gunakan pada rekan itu... mendadak teman itu lihat sebagian sosok mahluk telanjang bulat yang mondar mandir meludahi tiap-tiap makanan yang disajikan pada pengunjung.
Ternyata Jin peludah ini Cuma segelintir jenis penglaris. Masih banyak hal-hal lain yang digunakan pemilik warung supaya dagangannya laku.

Berikut ini ciri-ciri warung makan, atau tempat kuliner lain yang memakai penglaris dalam usahanya (atau memakai hal-hal mistik) :

  • Jika tempat warung makan sejeni restaurant, biasanya ada toilet di dekat dapur yang tidak boleh masuk oleh siapa pun. Di dalamnya ada kakek-kakek tua yang kakinya di celup ke air untuk kuah memasak makanan.
  • Jika memutuskan makan di warung makan pinggir jalan, lihatlah periuk (pancinya). Kebiasaannya hanya si pemilik warung yang boleh membukanya sedangkan pengunjung tidak diizinkan untuk membukanya. Hati-hatilah dengan warung seperti ini.
  • Umumnya ada buntelan kain putih ditempat nasi, gagang centong sayur, atau di peralatan masak yang lain.
  • Warung kecil di pinggir jalan yang memakai penglaris, tempat mencuci piring agak jauh dan tidak terlihat dimana mencuci piringnya.
  • Bila dibawa pulang, rasa-rasanya beralih mencolok tidak sama dengan rasa bila dikonsumsi ditempat makan atau makanannya cepat jadi basi hingga tak pernah termakan.
  • Nah, jika dibawa pulang rasa makanannya biasanya tidak enak atau tidak sama saat dimakan di warung tersebut.
  • Jika di doakan biasanya rasa masakannya akan menjadi biasa-biasa saja.
Itu hanya sebagian ciri-ciri dan trik yang digunakan pemilik warung makan supaya dagangannya laris. Namun yang diperhatikan disini tidak semua pemilik warung memakai penglaris masih ada warung-warung makan yang normal dan tidak memakai Jin sebagai bantuannya.
Seperti kita ketahui bersekutu dengan Jin dengan tujuan apapun dosa besar, dan tidak dibenarkan dalam syariat Islam. Bahkan hal ini sudah termasuk ke dalam dosa syirik. Kita hanya boleh berdoa kepada Allah SWT untuk memohon segalanya, hanya Allah SWT semata yang mengirimkan rezeki untuk kita semua. Jadi jangan meminta bantun pada hal-hal lain.

Percaya atau tidak penulis hanya menyebutkan wallahualam. Penulis juga pernah mendapati warung makan yang tidak diizinkan oleh seorang teman untuk singgah karena pemilik warungnya memakai penglaris.

Terlepas dari itu semua, jika akan makan di suatu tempat berdolah pada Allah SWT. Mohon perlindungan dari godaan syaitan. Bila perlu bacalah ayat kursi saat makan untuk menambah proteksinya. Semoga bermanfaat untuk semua, jazakumullah.