Kisah Sedih Seorang Kakek 99 Tahun Ditelantarkan Oleh Anaknya yang Durhaka - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Kisah Sedih Seorang Kakek 99 Tahun Ditelantarkan Oleh Anaknya yang Durhaka

Sebagai seorang anak kita disuruh Allah SWT untuk berbakti pada kedua orang tuanya sampai akhir hayat kita. Meskipun Ibu mendapat banyak kelebihan, namun tetap kewajiban untuk berbakti pada kedua orang tua. Terlebih orang tua kita sudah memasuki usia lanjut. Untuk diketahui, orang tua yang sudah lanjut usia memang sangat sensitif dengan segala hal. Ini merupakan sudah semestinya terjadi, karena pada saat lanjut usia sifatnya layaknya seperti anak-anak.

Jangan sampai karena sifat orang tua kita demikian, sebagai anak tidak pernah memperlakukannya lebih layak. Ingatkah kita, bagaimana orang tua, Ibu dan Ayah menjaga dan merawat anak-anaknya sewaktu kecil hingga dewasa. Jangan sampai menjadi anak durhaka, pasti azab Allah akan menghampiri.

Kisah ini bukanlah dongeng dari seberang lautan, kisah ini benar-benar terjadi di salah satu kota di Indonesia tepatnya di Kota Surabaya. Berikut kisah Kakek 99 tahun tetap menjadi pendayuh becak karena ditelantarkan anak-anaknya.

Kakek Atim sedang tidur
Beliau bernama Mbah Atim, warga Cerme-Gresik dan tinggal di Surabaya. Sekarang usia beliau 99 tahun. Beliau bukan pengemis, beliau tukang becak tapi tidak ada yang mau pake jasa beliau. Biasanya beliau mangkal pada malam hari di Jl. Kedungdoro Surabaya depan PHD.

Kalau pagi siang beliau mangkal di Jl. Mawar- Surabaya di daerah itu, di depan warung nasi atau rumah mewah. Sehari-hari beliau tidur di becak, dan ada tas besar bersama beliau. Saya tidak sanggup membayangkan bagaimana jika beliau ingin buang air besar dan kecil.

Kemdian yang bertanya tersebut menawarkan makanan, namun kakek itu menolaknya. Namun karena dipaksa beliau menerimanya. Semoga saya banyak rezeki untuk bantu orang seperti bapak atau orang lain yang membutuhkan, semoga Bapak sehat panjang umur dan semoga anak-anak Bapak pada sadar semua atas kesalahannya, Amiin. Begitu ucap orang yang berbincang dengan kakek tersebut.

Ada apa dengan anak Kakek ini, berikut penuturan antara sang kakek dengan yang bertanya :

Rumahnya dimana Pak ? Di Cerme tapi diambil anak saya.
Kalau di Surabaya tinggal dimana Pak? Ya di Cerme, kalau di Mojokerto ada anak yang kaya, tapi ya begini.

Saya sudah tua minta doanya saja biar sehat panjang umur. Kaya gak bisa.

Kenapa dengan anaknya Pak ? Ya gitu anak-anak KECIL DIBESARKAN kok begini sekarang, nelangsa saya. (Dan yang bertanyapun menangis).

Semoga Kakek tersebut diberikan kesabaran , ketabahan dan selalu diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa, Amiin.

Sangat miris memang, hal seperti ini banyak terjadi di kota-kota besar. Dimana anak-anaknya yang sudah kaya raya tidak segan-segan menelantarkan orang tuanya atau menempatkan orang tua dipanti asuhan, naudzubillah. Dimanakah akal sehat anak yang seperti ini. Apakah mereka berpikir bisa senang dan hidup bahagia, tunggu balasan dari Allah yang lebih menyakitkan.


Sahabat, semoga kisah ini bisa  menjadi renungan dan pelajaran bagi kita semua. Jangan sampai teledor dan tidak memperhatikan kondisi dan keadaan orang tua sendiri. Sungguh azab Allah yang sangat pedih datang menghampiri kita. Meskipun di dunia kita masih kaya dan tidak berbakti pada orang tua. Itu hanya kekayaan sesaat yang diberikan Allah dengan murka-Nya. Jika memang anak-anak dari Kakek ini membaca semoga mereka segera memohon maaf pada orang tuanya serta memohon ampunan pada Allah SWT.