Khusus Perempuan, Inilah Gejala Kanker Ovarium dan Cara Pencegahannya - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Khusus Perempuan, Inilah Gejala Kanker Ovarium dan Cara Pencegahannya

Pada umumnya , kanker ovarium pada masa awal berkembang cenderung tanpa gejala. Inilah yang menyebabkan kanker ini sulit diketahui sejak dini.Lebih dari 70 % penderita kanker ovarum ditemukan sudah dalam usia stadium lanjut.


Biasanya, keluhan utama yang dirasakan oleh penderita kanker ini adalah sakit di bagian abdominal (perut bawah) yang disertai dengan rasa kembung, sulit buang air besar, sering buang air kecil dan sakit kepala.

Kalau kanker ovarium ini sudah masuk dalam stadium lanjut, gejalanya pun bertambah, seperti :
(1).Rasa tidak nyaman di bagian perut bawah selama menstruasi (akibat darah haid yang terlalu deras keluar atau gumpalan darah haid)
(2).Rasa kejang di perut
(3).Pendarahan lewat vagina yang tidak normal, serta nyeri di seputar kaki.

Lebih lanjut, perempuan dengan tumor stromal akan mengalami gejala berikut akibat dari pengaruh hormon estrogen dan progesteron, seperti terjadi : 
(1).Pendarahan padahal sudah menopause
(2).Terlalu cepat mendapat menstruasi
(3).Payudara cepat membesar pada remaja
(4). Menstruasi terhenti dan adanya pertumbuhan rambut di muka dan tubuh.

Tanda paling penting adanya kanker ovarium adalah ditemukannya massa
tumor di pelvis. Bila tumor tersebut padat, bentuknya irreguler dan terfiksir ke
dinding panggul, keganasan perlu dicurigai. Bila di bagian atas abdomen ditemukan juga massa dan disertai asites, keganasan hampir dapat dipastikan.

Cara Pencegahannya

Pencegahan primer yaitu upaya mempertahankan orang yang sehat agar tetap sehat atau mencegah orang sehat menjadi sakit. Upaya pencegahan primer dapat dilakukan dengan pemberian informasi mengenai kanker ovarium, upaya pencegahan seperti :

1. Pemakaian pil pengontrol kehamilan
Menurut ACS, perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi secara oral (pil KB) untuk tiga sampai lima tahun diperkirakan mengurangi risiko terkena kanker indung telur hingga 30 sampai 50 persen lebih rendah.

2. Operasi sterilisasi atau hysterectomy (pengangkatan rahim)
Dari penelitian ACS, operasi sterilisasi, berupa pengikatan saluran indung telur untuk mencegah kehamilan, mengurangi 67 persen risiko terkena kanker indung telur. Sementara untuk pengangkatan rahim, memang terbukti efektif untuk mencegah kanker rahim.

3. Diet
Gaya diet yang memperbanyak makan sayuran, terbukti mengurangi risiko terkena kanker indung telur. Apalagi, jika anda membatasi konsumsi daging dan makanan yang mengandung lemak jenuh.

4. Olahraga
Para penelitian, membuktikan olahraga ringan hingga sedang, namun dilakukan rutin (minimal 3 kali dalam seminggu dengan waktu olahraga minimal 15 menit) dapat meningkatkan kekebalan tubuh, memperbanyak antioksidan dan mengurangi risiko kegemukan. Semua akibat baik dari olahraga itu penting untuk menjaga kesehatan, termasuk mencegah terkena kanker.


Semoga bermanfaat.