Ternyata Bedak yang Sering di Pakai ke Bayi Johnson & Johnson Menyebabkan Kanker dan Kematian. Baca Ini - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Ternyata Bedak yang Sering di Pakai ke Bayi Johnson & Johnson Menyebabkan Kanker dan Kematian. Baca Ini

Beberapa hari lalu beredar kabar bahwa bedak bayi Johnson & Johnson ternyata memicu terjadinya kanker pada seorang perempuan, hingga menyebabkan meninggal. Kemudian keluarga perempuan tersebut mengajukan gugatan terhadap perusahaan Johnson & Johnson tersebut. Dan pengadilan menyatakan keluarga itu menang.

Berikut berita yang kami ambil dari detik terkait permasalahan bedak Johnson & Johnson menyebabkan kematian seseorang karena kanker.

Perusahaan farmasi Johnson & Johnson diharuskan membayar ganti rugi US$ 72 juta (sekitar Rp 965,5 miliar). Bedak bayi buatannya dikaitkan dengan kematian seorang perempuan akibat kanker ovarium.


Pengadilan di St Louis, Missouri mengatakan perusahaan tersebut gagal memperingatkan pelanggan terkait adanya potensi bahaya. Sementara, American Cancer Society pada 1999 sudah memberikan perhatian pada bahaya tersebut.

Jackie Fox (62), seorang perempuan asal Alabama yang mengajukan tuntutan dan akhirnya menang tersebut adalah pengguna setia Baby Powder dan Shower to Shower selama 35 tahun. Hingga akhirnya 3 tahun silam ia mendapat diagnosis kanker ovarium, dan meninggal pada Oktober 2015.

Selain Fox, tercatat ada sekitar 1.000 pengguna bedak bayi Johnson & Johnson lainnya yang mengajukan gugatan ke pengadilan Missouri. Sebanyak 200 kasus serupa juga diajukan di New Jersey.

"Johnson & Johnson tahu risiko tersebut sejak 1980-an," tuding Jere Beasley, pengacara keluarga Fox seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/2/2016).

Seorang juru bicara Johnson & Johnson, Carol Goodrich mengatakan sangat bertanggung jawab terhadap kesehatan dan keamanan konsumen. "Kami sangat kecewa dengan hasil sidang. Kami bersimpati pada keluarga korban, tapi yakin bahwa keamanan kosmetik berbahan talk didukung selama puluhan tahun oleh bukti ilmiah," katanya.

Kedua produk yang digunakan Fox merupakan produk perawatan tubuh berbasis talk atau talcum. Dalam bentuk aslinya, talk mengandung asbestos yang memang bersifat karsinogenik.

Sejak 1973, semua produk talk yang dijual di AS sudah diharuskan bebas asbestos. Masalahnya, talk yang sudah bebas asbestos dikhawatirkan masih bersifat karsinogenik.

Hasil penelitian sejak saat itu belum membuahkan hasil yang konsisten. Hingga akhirnya, International Agency for Research on Cancer (IARC) menempatkan talk yang diaplikasikan di area genital, dalam kategori 'mungkin karsinogen' pada manusia. (sumber detik).


Tentunya banyak reaksi dari masyarakat Indonesia yang merasakan was-was terkait pemberitaan ini. Pada akhirnya Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) turun tangan menjawab seputaran masalah tersebut. Apakah aman dipakai oleh masyarakat atau tidak, berikut jawaban dari BPOM tentang produk Johnson & Johnson yang kami kutip dari liputan6. Berikut ulasannya :

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan pernyataan resmi terkait Johnson & Johnson (J&J) yang tebukti menyebabkan kanker.
Melalui situs resmi, BPOM menyatakan produk bedak bayi di Indonesia seperti Johnson & Johnson memiliki komposisi produk baby powder yang ternotifikasi mengandung talc dengan kadar 98 - 99.83 persen yang artinya aman digunakan.

"Nama produk yang tercantum dalam kasus tersebut adalah Johnson’s Baby Powder Cornstarch with Aloe & Vitamin E dan Johnson’s Baby Powder Calming Lavender & Chamomile. Dari penelusuran database notifikasi kosmetika yang ada di Badan POM, terdapat 9 produk baby powder PT. Johnson & Johnson dari 75 produk baby powder yang ternotifikasi, namun produk baby powder Johnson & Johnson yang disebutkan dalam pemberitaan tidak terdapat dalam database notifikasi kosmetika," tulis laman tersebut, Senin (29/2/2016). 

BPOM menyatakan, sesuai Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, Lampiran I Daftar Bahan yang diperbolehkan digunakan dalam Kosmetika dengan pembatasan dan persyaratan penggunaan, talk (bedak) boleh digunakan pada kosmetika jenis sediaan serbuk untuk anak-anak dan sediaan lainnya, tidak ada pembatasan kadar maksimum penggunaan maupun persyaratan lainnya. Namun pada sediaan serbuk untuk anak-anak harus mencantumkan peringatan "Jauhkan serbuk dari mulut dan hidung anak-anak."

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena produk baby powder Johnson & Johnson yang ternotifikasi di Badan POM tidak mengandung bahan dilarang yang dapat memicu kanker," ungkapnya.

Kendati demikian, sebagai perlindungan kepada masyarakat, Badan POM akan terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat. Dan jika memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALOBPOM 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. (sumber liputan6)

Penulis sendiri menanggapi bijak mengenai permasalahan ini. Bagi sahabat semua yang sering menggunakan bedak ini lebih baik agak menjarangkan penggunaannya. Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan dimasa yang akan datang. Produk-produk lain juga belum diteliti apakah aman dipakai konsumen (khususnya bayi).

Ada baiknya jangan membangun opini yang bukan-bukan, tapi lebih baik mencegah daripada mengobati. Jika sahabat merasa produk tersebut tidak layak lagi karena mencuatnya kasus ini, bergantilah keproduk yang lebih aman untuk kesehatan.

Semoga sahabat semua bijak dan lebih berhati-hati dalam memilih suatu produk. Bagi sahabat yang bertanya kebenarannya silahkan buka link sumbernya. Semoga bermanfaat.