Ketua PBNU: Pelaku Pemerkosaan di Hukum Mati, Bukan Hanya Hukum Kebiri - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Ketua PBNU: Pelaku Pemerkosaan di Hukum Mati, Bukan Hanya Hukum Kebiri


Beberapa hari yang lalu jagad Indonesia dihebohkan dengan maraknya kasus kejatahan kekerasan S3ksu4l menimpa anak-anak usia kurang 17 tahun. Dan kasus yang menghebohkan adalah kasus menimpa yuyun.

Gonjang ganjing hukuman paling pantas terhadap pelaku mengemuka. Seperti hukum kebiri bagi pelaku, hukum mati atau hukum seumur hidup. Ketua PBNU Indonesia KH Said Aqil Sirad menanggapi terkait hukum kebiri bagi pelaku tersebut sangat pantas dan ia sangat setuju.

"Setuju banget. Setuju sekali. Kalau saya hukum mati malah. Bukan hanya kebiri," katanya usai menghadiri Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Gerakan Ayo Mondok di Taman Candrawilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (14/5/2016) dini hari.

Selain itu KH Said juga menjelaskan hukuman mati atau hukum kebiri merupakan hukuman paling setimpal. Pihak KH Said juga beranggapan hukuman tersebut tidak melanggar hak asasi manusia karena pelaku kejahatan tersebut melakukan tindak kekerasan mengakibatkan pelanggaran berat pada korbannya.

"Yang memerkosa itu lebih melanggar HAM. Apalagi memerkosa anak kecil sampai mati. Melanggar HAM. Melanggar segala-galanya," ucapnya.

Said juga menyebutkan, hukuman tersebut tidak melanggar apa yang diajarkan dalam ajaran agama Islam. Di dalam Islam pelaku tindakan kejahatan s3ksu4l harus di hukum seberat-beratnya.

"Sudah jelas. Dibunuh, disalib, dipotong dua kaki dan dua tangannya dibuang ke laut," ujarnya.

Selain kasus yang menimpa yuyun, beberapa waktu lalu juga ada kasus serupa yang menimpa anak dibawah umur di Surabaya. Parahnya, pelaku kejahatan tersebut masih dibawah umur. Di bebarapa daerah bahkan pelaku dengan kasus yang sama yaitu orang terdakat korban seperti saudara kandung, ayah.

Semoga pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan resmi tentang hukuman yang pantas terkait kejahatan seperti ini. Dan bagi keluarga korban senantiasa dikuatkan dalam menghadapi musibah ini.