Setujukah Anda Bila Tersangka Pemerkosa4n, Pembunuhan Dihukum Seperti Hukuman Ini ? - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Setujukah Anda Bila Tersangka Pemerkosa4n, Pembunuhan Dihukum Seperti Hukuman Ini ?

Dalam kurun satu bulan ini Indonesia mengalami kejadian yang sangat miris yaitu kasus pem3rkosa4n, pembunuhan, tindak pelec3h4n terhadap anak masih dibawah umur. Ini menandakan suatu kemunduran baik dari segi akhlak, interaksi sosial dan iman.



Tingginya kasus serupa karena berbagai macam penyebab beberapa diantaranya seperti mabuk-mabukan, menonton film-film tidak layak dan lain-lain. Dan juga para tersangka tidak dihukum maksimal yang ikut mempengaruhi terjadinya kejadian serupa karena tidak bisa mengambil pelajaran dari kasus-kasus sebelumnya akibat hukuman penjara hanya belasan tahun saja.

Berbeda di Negara Yaman yang menerapkan hukuman mati bagi tersangka yang terbukti memperkos4, membunuh atau menc4buli. Ini sangat setimpal hukumannya menurut pendapat penulis.

Dalam sebuah video yang diunggah akun bernama Dehmani Lajmi, memperlihatkan Qishash bagi seseorang pria yang berbuat perbuatan keji seperti disebutkan. Akun tersebut menulis bahwa hukuman mati terhadap pria itu disiarkan secara langsung dan disaksikan oleh orang. Secara langsung hukuman ini bisa memberikan gambaran bagi pelaku-pelaku lainnya betapa dahsyatnya hukuman yang mereka terima.

Seharusnya hukuman mati bisa diterapkan di Indonesia, mengingat para pelaku sangat sadis dalam beraksi. Terakhir kasus yang paling mencuat ialah kasus Yuyun dan Eno.

Berbagai tanggapan positif muncul dari netizen Indonesia jika hukuman seperti Negara Yaman diterapkan di Indonesia. Para netizen berharap para tersangka dua kasus yang disebutkan tadi layak mendapatkan hukuman yang setimpal. Terlebih para korbannya masih dibawah umur.

"Demi terwujudnya makna sebuah keadilan dan demi untuk menimbulkan rasa takut serta efek jera bagi para penjahat," tulis akun Facebook Kilat Sambudi Al-Mirity pada 19 Mei 2016.

Komentar lainnya juga ditulis oleh akun Facebook Windry Atmoko yang mengatakan, "Kalau tidak mau dibunuh ya jangan membunuh," tulisnya dalam beranda Facebooknya pada tanggal yang sama (19/5/16).