Fastabiqul Khairat, Inilah Makna dan 3 Keuntungannya - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Fastabiqul Khairat, Inilah Makna dan 3 Keuntungannya


Fastabiqul Khairat, Inilah Makna dan 3 Keuntungannya

Dalam Islam dijelaskan bahwa barang siapa yang tidak bisa menggunakan waktunya untuk meningkatkan mutu dalam dirinya (iman takwa) maka ia tidak pernah mampu merasakan kenikmatan dan rasa bahagia akan segala hal yang dilakukannya. Sebagai contoh hal yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya yang sederhana, misalnya perintah untuk melaksanakan Shalat Subuh. Jika anda terbiasa menjalankan Shalat subuh dengan bangun 30 menit sebelum adzan maka Shalat subuh yang anda kerjakan akan menghadirkan rasa dan pengalaman yang berbeda. Dibandingkan dengan mereka yang terburu-buru menjalankan Shalat karena bangun tepat pada saat adzan dikumandangkan.

Dalam fastabiqul khairat berarti semua hal mestinya harus direncanakan, dipersiapkan kemudian diizamkan bahkan didoakan agar Allah memudahkan terwujudnya rencana positif yang sudah diniatkan tersebut. Ketika seorang Muslim memiliki mental Fastabiqul Khairat maka hidupnya akan penuh dengan keteraturan dalam mengamalkan kebaikan karena telah diawali dengan perencanaan yang matang dan hati yang sungguh-sungguh.

Lihatlah Pada Abu Bakar
Abdurrahman bin Abu Bakar Ra pernah bercerita kepada kami. Pada suatu ketika saat Rasulullah usai melaksanakan Shalat subuh, tiba-tiba beliau mengarahkan pandangannya ke arah para sahabatnya seraya mengatakan. “Adakah diantara kalian yang hari ini ia berpuasa?”

Salah satu sahabatnya yaitu Umar Bin Khathab pun menjawab “Wahai Rasulullah, aku tidak berniat untuk puasa untuk hari ini, sehingga di pagi ini aku tidak berpuasa”

Lalu sahabat yang lain berkata, “Aku berpuasa wahai Rasulullah, sebab sejak semalam aku telah   berniat berpuasa, sehinga dipagi ini aku pun berpuasa”

Kemudian Rasulullah pun melanjutkan percakapan tersebut, “Adakah salah satu dari kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?”

Ummar menjawa, “Wahai Rasulullah, usai menjalankan Shalat tentunya kami masih berada disini. Lantas bagaimana kami bisa menjenguk orang sakit?”
Kemudian Abu Bakarbpun berkata, “Telah sampai kabar kepadaku bahwa saudaraku Abdurahman Bin Auf sedang sakit, sehingga dalam perjalananku kea rah masjid ini aku telah menyempatkan  diri untuk menjenguknya”.

Kemudian Rasullahpun kembali melanjutkan pertanyaannya, “Adakah salah satu dari kalian yang hari ini bershadaqah?”

Lantas Ummar menjawab, “Wahai Rasulullah, usai menjalankan Shalat tentunya kami masih berada disini.”

Kemudian Abu Bakar menjawab, “Saat aku memasuki masjid aku melihat seorang pengemis sedang meminta-minta. Ketika itu aku mendapati sepotong roti di tangan Abdurrahman (salah satu putranya) lalu aku pun meminta untuk bisa diberikan kepada pengemis itu.

Setelah beberapa pertanyaan yang telah diajukan tersebut Rasulullah bersabda, “Bergembiralah engkau (wahai Abu Bakar) dengan surga.

Sedangkan kepada sahabatnya yaitu Umar Rasulullah bersabda, “Semoga Allah menyayangimu Umar, semoga Allah menyayangi Umar sebab segala kebaikan yang diinginkannya telah didahului seluruhnya oleh Abu Bakar.”(HR.Thabrani).

Pengertian Fastabiqul Khairat sendiri merupakan suatu konsep pemikiran yang menghendaki segenap umat Islam untuk segera  melakukan beberapa hal kebaikan untuk mendapatkan ridha-Nya. Jika ada masih mau berusaha agar mendapatkan kualitas terbaik (Ahasnu Amala). Secara operasional Fastabiqul Khairat mempunyai artian bahwa pelaksanaan dari beberapa konsep rencana akan terprogram dengan baik. Sehingga pada waktu yang telah ditentukan tidak akan ada waktu yang terbuang percuma. Berikut beberapa keuntungan Fastabiqul Khairat:

Tidak Ada Waktu Yang Terbuang Percuma
Dengan membiaskan diri untuk ber-Fastabiqul Khairat akan menyelamatkan diri kita pada hal yang menjurus kepada kesia-siaan waktu. Bahkan seseorang akan mengetahui posisi dirinya dengan senantiasa ber-Fastabiqul Khairat, sehingga tidak aka nada waktu yang terbuang percuma karena hal tersebut sudah didasari dengan perencanaan yang sebaik-baiknya.

Energi Akan Tersalurkan Pada Peningkatan Mutu Diri
Fastabiqul Khairat akan menyelamatkan hidup pada penyalahgunaan energy karena semua amalan-amalan yang dilakukan diharapkan akan Allah ridhai. Sebagai contoh, ketika diri kita terbiasa dengan membaca Alquran dan memahami terjemahan serta maknanya kemudian merencanakan waktu kurang lebih 3 jam dalam waktu 24 jam untuk mengamalkan hal tersebut.

Maka waktu 3 jam tersebut akan memberikan dampak kecerdasan intelektual dan juga spiritual sekaligus. Dengan melakukan hal tersebut secara terprogram otomatis perilaku hidup dan akhlak diri menjadi semakin baik.


Nah itulah beberapa hal mengenai Fastabiqul Khairat yang harus ditingkatkan dalam setiap proses kehidupan di dunia. Dengan melakukan hal tersebut, akan dipastikan hidup yang dirasakan akan lebih nikmat dan terasa lebih membahagiakan karena semata-mata semua yang dilakukan hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.