Inilah Hikmah Berpuasa di Bulan Ramadhan Dari Segi Syari’at Islam - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Inilah Hikmah Berpuasa di Bulan Ramadhan Dari Segi Syari’at Islam


Inilah Hikmah Berpuasa di Bulan Ramadhan Dari Segi Syari’at Islam

Seperti yang dikatakan Imam Bukhari bahwa

“al -imu qoblal qouli wal amali”

Ilmu itu sebelum berkata dan berbuat, jadi sudah selayaknya apa-apa yang dilakukan oleh seorang muslim itumemiliki landasan atau pijakan berupa ilmu pada segala tindakan yang ia lakukan.

Jadi setiap tingkahlaku seorang muslim itu harus memiliki pertanggung jawaban atas apa-apa yang ia lakukan tersebut. Kenapa ia melakukan hal itu, atau kenapa ia menjauhi hal-hal itu, bagi seorang muslim itu semuaharus memiliki sandaran yang kuat dari sebuah ilmu. Seperti halnya dalam masalah sholat, kenapakita harus sholat?.

Yang pertama pasti karena memang Allah SWT telah mewajibkan kepada umatmuslim untuk sholat wajib lima waktu, selain itu juga karena sholat merupakan pembeda antaraorang muslim dan orang-orang kafir..Begitu pula dengan puasa ramadhan yang sedang kita lalui hari-hari ini. Jadi ada beberapa alasandan juga banyak hikmah dibalik berpuasa ramadhan ini. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit menjelaskan beberapa hikmah dari berpuasa di bulan ramadhan, baik itu hikmah dari tinjauan
syari’at, atau dari tinjauan ilmu pengetahuan, bahkan dari segi sosial kemasyarakan. Karena dari hikmah itulah kita mampu memberikan landasan pada setiap tindakan yang kita lakukan.

“Robbanaa maa kholaqta haadza baatila........ adzaabann naar”

"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini (langit dan bumi) dengan sia-sia. Maha SuciEngkau,maka peliharalah kami dari siksa api neraka"(QS. Ali Imran : 191). 

Ayat inilah yang membuat orang mulai berpikir untuk mencari hikmah dan manfaat yang terkandung dalam setiap perintah maupun larangan Allah. Karena sudah pasti Allah ta’ala menciptakan segala sesuatu di dunia ini pasti dengan hikmah yang banyak.

1. Agar kita menjadi orang yang bertaqwa
Secara jelas Al-Quran menyatakan bahwa tujuan puasa yang hendaknya diperjuangkanadalah untuk mencapai ketakwaan atau la'allakum tattaqun

Dari hikmah tersebut agaknya perlu digaris bawahi beberapa penjelasan dari Nabi Saw. misalnya, "Banyak di antara orang yang berpuasa tidak memperoleh sesuatu dari puasanya, kecuali rasa lapar dan haus." Ini berarti bahwa menahan diri dari lapar dan dahaga bukan tujuan utama dari puasa .

2. Melatih kejujuran seorang Muslim
Dalam sebuah hadis qudsi, Allah berfirman, "Semua amal putra-putri Adam untuk dirinya,kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang memberi ganjaran atasnya."maksudnya adalah bahwa puasa merupakan rahasia antara Allah dan pelakunya sendiri. Jadikan setiap manusia yang berpuasa dapat bersembunyi untuk minum dan makan? sebagai manusia, siapa pun yang berpuasa, memiliki keinginan untuk makan atau minum pada saat-saat tertentu dari siang hari puasa? Jadi memang bahwa puasa mampu melatih seorang muslim untuk jujur.


Di sini disimpulkan bahwa orang yang berpuasa akan melatih dirinyauntuk melakukan kejujuran, melakukannya jujur karena Allah Swt.

3.Melatih kesabaran seorang Muslim
Hikmah puasa banyak sekali dan dapat diketahui oleh orang-orang yang berakal sehat dan memiliki fitrah yang lurus. Oleh karenanya Allah SWT mensyariatkan puasa sebagai rahmat bagi hamba-hamba-Nya.Dari segi ibadah, puasa merupakan bentuk ibadah badaniyah yang utama dan sangat dicintai oleh Allah sebab di dalamnya terkumpul tiga macam kesabaran, yaitu:


  1. Sabar melaksanakan ketaatan kepada Allah.Sabar menahan rasa lapar dan haus dari shubuh hingga maghrib).
  2. Sabar menjauhi kemaksiatan kepada Allah. Selain menahan rasa lapar dan haus seorang yang berpuasa di bulan ramadhan juga di perintahkan untuk menjaga lisan dan anggota tubuh lainnya "Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor." (H.R.Ibnu Khuzaimah).
  3. Sabar atas takdir Allah yang dirasakan pahit.Dengan puasa, seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan beberapa perkara yang disenangi dan dicintainya berupa makanan, minuman. Dengan ini tampaklah kejujuran imannya, kesempurnaan penghambaannya, dan kekuatan cinta dan pengharapannya kepada Allah.


4. Puasa juga menghilangkan kesombongan dan keangkuhan diri.

Rasa kenyang dan menuruti hawa nafsu akan membawa orang kepada kejelekan, kesombongan dan  keangkuhan. Hal tersebut karena ketika manusia membutuhkan perkara-perkara ini, ia akansangat sibuk untuk mendapatkannya. Dan jika ia telah memiliki semua itu, timbullahpandangan bahwa ia telah beruntung dan menjadi lebih tinggi dari yang lainnya. Selain itu juga dengan berpuasa seorang muslim akan mampu berkonsetrasi untuk bertafakur danberdzikir mengingat Allah, hikmah dari tidak mengikuti hawa nafsunya