Mengagumkan! Walaupun Bekerja Sebagai Buruh Cuci, Ibu Ini Mampu Menyekolahkan Anak Hingga S3 di Jepang - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Mengagumkan! Walaupun Bekerja Sebagai Buruh Cuci, Ibu Ini Mampu Menyekolahkan Anak Hingga S3 di Jepang

Ibu Yuniati, Walaupun Bekerja Sebagai Buruh Cuci, Mampu Menyekolahkan Anak Hingga S3 di Jepang
Anda semua tentu sudah tahu bahwa pengorbanan dan perjuangan seorang ibu sangatlah besar. Semua ibu akan melakukan hal yang sama demi membuat anaknya menjadi orang yang lebih baik darinya. Pengorbanan dan perjuangan seorang ibu sudah sangat terlihat saat anda masih didalam kandungan selama 9 bulan.

Pengorbanan dan perjuangan tidak sampai disitu saja, setelah melahirkan sang ibu tetap berjuang dan berkorban hingga anaknya menjadi orang dewasa yang sukses.
Semua ibu didunia ini tentunya ingin segala hal yang terbaik untuk anak-anaknya. Sehingga tidak heran jika ibu akan mempertaruhkan segalanya untuk sang anak, baik perasaannya, pikiran dan tenaga. Ibu tidak akan merasa keberatan melakukan semua hal tersebut agar anaknya dapat memiliki kehidupan yang lebih baik dikemudian harinya.

Salah satu kisah pengorbanan dan perjuangan seorang ibu berusia 49 menjadi inspirasi anda sekalian.Beliau adalah seorang ibu yang sangat hebat, mengapa? Dengan pekerjaannya sebagai buruh cuci yang tidak seberapa itu, beliau bisa menyekolahkan anaknya, bahkan hingga mencapai Strata 3 atau S3.Lebih mengagumkannya lagi, anaknya berkuliah di Negara Jepang. Wah..ini sangatlah hebat.

Siapa lagi kalau bukan Ibu Yuniati. Ya ibu Yuniati adalah seorang ibu yang memiliki pekerjaan buruh cuci namun bisa menyekolahkan anaknya ke Jepang tersebut. Ibu Yuniati merupakan buruh cuci warga di Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Beliau telah berjuang sangat keras agar anak-anaknya menjadi orang sukses. Ibu Yuniati ini rela untuk menjadi buruh cuci bahkan mengambil beberapa pekerjaan serabutan demi menyekolahkan sang anak. Semua yang ia lakukan hanya untuk kesuksesan anaknya.

Anak Ibu Yuniati yang berada di Jepang merupakan Anaknya yang pertama dari kedua buah hatinya.Nama anak Ibu Yuniati tersebut adalah Satya Chandra Wibawa Sakti dan sekarang ini berusia 29 tahun. Setya sekarang ini sedang berkuliah S3 di Universitas Hokaido, Jepang.Setya menerima beasiswa dari Dikti untuk kuliah di Universitas Hokaido dengan jurusan Kimis pada tahun 2012. Ibu Yuniati mengatakan bahwa ia akan melakukan berbagai pekerjaan untuk bisa menyekolahkan sang anak, karena ia tidak ingin sang anak memiliki kehidupan seperti dirinya.

Setya baru saja menyelesaikan ujian S3nya, dan kemarin telfon meminta izin pada sang ibu untuk melanjutkan pendidikannya selama satu tahun di Jerman untuk mendapatkan gelar Doktornya. Mendengar keinginan anaknya tersebut, bu Yuniati hanya bisa berdoa untuk segala sesuatu yang baik pada sang anak. Sebelum berkuliah di Jepang, Setya mendapatkan gelar S1 jurusan kimia di UNY pada tahun 2004, S2 jurusan kimia di UGM pada tahun 2008 silam.

Sementara anak kedua dari Ibu Yuniati yang bernama Oktaviana Ratna Cahyani yang berusia 27 sudah bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit HarjoLukito, yang sebelumnya telah bersekolah di Akademi Perawat Bethesda.

Menurut penuturan Ibu Yuniati, untuk biaya sekolah ananknya selama ini berasal dari ia berhutang. Namun menurutnya anaknya tidak perlu tahu perihal hutang tersebut. Hal ini bertujuan agar sang anak tidak merasa minder dalam pergaulan bersama dengan teman-temannya. Setelah pulang sekolah, ia mengharuskan sang anak untuk tidur siang. Saat sore hari sang anak diperbolehkan bermain, saat malam sang anak harus belajar.

Untuk membuat anaknya mudah dalam belajar, ia meminta anaknya untuk memberi tanda kepada bagian-bagian yang tidak dimengerti. Dan ditanyakan kepada sang guru keesokan harinya.

Saat memasukkan anaknya kuliah S1, ibu yuniati harus pontang-panting untuk mendapatkan uang, namun saat anaknya memasuki semester 2, Setya mendapatkan bantuan dari Pemerintah Bantul karena beasiswa sehingga ia tidak merasa khawatir. Untuk setiap hari ia memberikan uang sebesar Rp 5.000 untuk uang jajan anaknya.
Dalam sekali melakukan pencucian baju, Ibu Yuniati mendapatkan penghasilan sebesar Rp 10.000.uang hasil kerjanya tersebut digunakan untuk biaya sekolah sang anak, ia tidak memikirkan dirinya sendiri. Menurutnya yang terpenting adalah bisa membeli beras, untuk lauknya bisa mengambil daun pepaya dikebun. Jika masih terdapat sisa uang, ia tabungkan untuk membayar hutangnya.


Sungguh besar sekali pengorbanan dan perjuangan Ibu Yuniati ini untuk menyekolahkan dan membuat anak-anaknya sukses. Kisah Ibu Yuniati ini seharusnya menjadi inspirasi untuk para ibu-ibu yang lain. Untuk para anak juga harus lebih menghormati orang tua, karena orang tua bekerja keras untuk membuatnya menjadi sukses.