Orang Ini Terkesan Sangat ‘Alim, Padahal Dalam Al Qur’an Mereka Disebut Orang yang Dzalim. Siapa Mereka? - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Orang Ini Terkesan Sangat ‘Alim, Padahal Dalam Al Qur’an Mereka Disebut Orang yang Dzalim. Siapa Mereka?


Orang Ini Terkesan Sangat ‘Alim, Padahal Dalam Al Qur’an Mereka Disebut Orang yang Dzalim. Siapa Mereka?

Allah SWT menurunkan Firman-Nya melalui perantara Malaikat Jibril dan disampaikan kepada Baginda Rasulullah SAW. Begitu besar makna yang terkandung di dalam Al Qur’an dan Kesuciannya akan terjaga sampai akhir zaman nanti.

Ayat-ayat Al Qur’an sangat luar biasa dan menggaggumkan. Lebih dari seni apapun di seluruh alam ini, karena Al Qur’an merupakan kalam Allah SWT. Dari artinya saja sangat bermakna, seperti contoh. Firman Allah yang artinya ; “Dan siapakah yang lebih zhalim daripada…” (Al-An’am:ayat 93)

Ayat diatas juga terdapat dalam beberapa ayat lain tentang makna “dzalim”. Kelanjutan dari ayat tersebut menunjukkan mereka yang paling dzalim disematkan kepada dua orang yang memiliki dua ciri.

Malangnya, dua ciri-ciri tersebut justru tersematkan bagi mereka yang terkesan ‘alim dimata kaumnya.

Inilah dua ciri-ciri tersebut:

Pertama, orang yang berdusta atas nama Allah SWT.
Disebutkan dalam kelanjutan ayat tersebut, “(Ialah orang) yang mengadakan kedustaan terhadap Allah atau berkata, ‘Telah diwahyukan kepadaku."


Secara khusus, ayat ini dinisbatkan kepada nabi palsu Musailamah al-Kadzdzab. Namun, ayat ini berlaku sampai akhir zaman dan dinisbatkan pula kepada Musadiq, Mirza Ghulam Ahmad, atau siapa pun yang mengaku sebagai nabi dan utusan Allah Ta’ala lainnya.

“Padahal,” lanjut ayat tersebut, “tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya.”

Kedua, orang yang mengaku bisa menyamai Nabi.
"Mereka adalah orang yang mengatakan, “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan oleh Allah Ta’ala.” Dalam menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu katsir Ra berkata, “Ialah orang yang mengaku bahwa dirinya mampu menandingi wahyu yang diturunkan dari sisi Allah Ta’ala dengan perkataan yang diada-adakannya.”


Orang-orang dengan ciri kedua ini sama dengan golongan yang berkata, “Jika kami menghendaki, niscaya kami mampu membacakan yang seperti ini (al-Qur’an).” (Qs. al-Anfal [8]: 31).

Orang-orang yang mengaku Nabi ataupun orang yang mampu membuat setara dengan Al Qur’an terlihat sangat pintar, cerdas, bahkan ‘alim, padahal orang tersebut sangat bodoh karena tidak bisa menggunakan logika yang telah Allah SWT anugerahkan kepadanya.

Bila terhadap Allah SWT Yang Maha Benar atas perkataan-Nya dan juga Nabi, Rasulullah yang tidak pernah dusta mereka  (dua ciri tersebut) ingkari. Bagaimana mungkin mereka bisa membenarkan apa yang ada didalam pikirannya?

Demikianlah sahabat orang yang terkesan sangat ‘alim, padahal dalam Al Qur’an mereka disebut orang dzalim. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari buruknya kedua orang tersebut. Wallahu’alam.