Wahai Muslimah, Inilah Hukum Mengecat Kuku Dalam Islam - Renungan Islam | Kisah Inspirasi

Wahai Muslimah, Inilah Hukum Mengecat Kuku Dalam Islam


Wahai Muslimah, Inilah Hukum Mengecat Kuku Dalam Islam

Sudah menjadi hal yang yang lumrah jika para wanita ingin bisa tampil cantik, karena umumnya wanita adalah makhluk yang menyukai semua hal yang berbau dengan keindahan. Keindahan tersebut bisa dari kecantikan tubuh, wajah, rambut hingga pada bagian terkecil dalam tubuh yaitu kuku. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh para wanita untuk mewujudkan keinginannnya tersebut dari mendapatkan perawatan salon  yang mahal hingga cara yang instan yaitu operasi plastic.

Mempercantik diri memang kewajiban yang harus dipenuhi oleh para wanita karena dalam Islam pun memang mengajarkan tentang keindahan dalam diri setiap manusia. Berbicara mengenai keindahan, kuku juga tak luput dalam hal yang menarik untuk bisa dibuat lebih cantik. Perawatan kuku dapat dilakukan dengan berbagai cara, dari perawatan manicure, pedicure hingga mewarnainya agar terlihat lebih cantik. Namun tahukah anda jika mewarnai kuku dapat berdampak pada kesehatan?

Dalam Islam sebenarnya terdapat hukum mewarnai kuku namun  masih banyak wanita yang kurang memahami akan hukum tersebut. Kurangnya pemahaman hukum pewarnaan kuku tersebut yang membuat sebagian wanita mengecat kukunya sesuai dengan kemuannya sendiri tanpa memikirkan hal yang akan terjadi nantinya. Wanita akan dengan senang hati mengaplikasikan cat kuku pada kuku mereka tanpa memperhatikan kandungan yang digunakan dalam cat kuku tersebut. Karena yang terpenting kuku yang diwarnai akan menghasilkan tampilan yang cantik sesuai yang diharapkan.

Hal tersebut di dukung pula dengan produksi berbagai jenis cat kuku yang beraneka ragam bentuknya yang membuat wanita tergiur untuk mempercantik kuku dengan produk-produk tersebut. Padahal, bahan-bahan kimia yang digunakan untuk mewarnai kuku tersebut belum terbukti aman ketika digunakan pada kuku sehingga beresiko mengganggu kesehatan untuk jangka panjang.

Karena bahan kimia tersebut dapat berdampak pada kesehatan kuku seperti membuat kuku menjadi mudah patah dan akan membuat kuku akan terlihat kuning. Tak hanya berdampak pada kesehatan kuku saja, ternyata bahan kimia yang terdapat pada cat kuku yaitu toluene dapat menyebabkan gangguan seperti iritasi mata, kepala menjadi pusing, dan dapat pula memicu Alzheimer. Bahan berbahaya lainnya yaitu formadelhid yang masih satu kelas dengan formalin. Padahal bahan-bahan tersebut digunakan untuk mengawetkan mayat.

Dengan adanya bahan-bahan berbahaya tersebut tentu sudah dapat dibayangkan jika bahan-bahan yang terkandung dalam dalam cat kuku dapat digunakan pada tubuh. Banyak berita yang beredar bahwa bahan kimia tersebut dapat memicu adanya penyakit kanker, iritasi mulut, tenggorokan dalam jangka waktu pemakaian zat yang merusak jaringan pada kuku yang jika dibiarkan akan berakhir pada kematian.

Bahan berbahaya lainnya yang terdapat dapat jenis cat kuku yang beredar di pasaran yaitu jenis Etyl Asetat. Bahan berbahaya yang satu ini akan menjadikan kuku terasa lebih keras dan kaku. Jika terlalu dibiarkan hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan yang lain dan menyerang organ-organ penting dalam tubuh seperti ginjal, jantung dan juga paru-paru. Sangat berbahaya bukan jika hal tersebut berlangsung terus-menerus pada kuku anda?

Sudah banyak yang membuktikan akan bahaya mengecat kuku tanpa adanya prosedur kesehatan sebelumnya dan tanpa adanya rasa selektif dalam pemilihan produk cat kuku akan menyebabkan berbagai macam keluhan kesehatan. Oleh karenanya hukum mewarnai kuku dalam Islam juga perlu diterapkan karena telah diatur dengan tujuan untuk menjaga manusia itu sendiri.

Dengan adanya bahaya yang di timbulkan untuk kesehatan jika menggunakan cat kuku yang kurang selektif tersebut, Islam lantas melarang umatnya terutama wanita untuk mengecat kukunya. Ada beberapa ketentuan hukum mengenai mewarnai kuku dalam Islam. Ketentuan tersebut adalah bahan yang bisa di gunakan untuk mengecat kuku sesuai dengan syariat Islam yang pastinya bahan-bahan tersebut sudah terbukti kehalalannya sehingga tidak mengganggu dalam kesehatan. Anda bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti daun pacar yang tujuannya agar ketika anda berwudhu kuku juga dapat menyerap air. Cat kuku yang berasal dari bahan alami terbukti tidak dapat menghalangi penyerapan air melalui celah-celah kuku. Lain halnya dengan cat kuku yang dibuat dengan bahan kimia yang mempunyai sifat kedap air sehingga dapat menghalangi penyerapan air dalam kuku.
Untuk itu sebaiknya anda selalu memperhatikan kesehatan kulit, meskipun pada bagian terkecil yaitu pada kuku-kuku anda, karena hukum Islam mengenai mewarnai kuku akan melindungi kesehatan anda.